Si Timmy

Si Timmy

Yang dibutuhkan untuk membuat Si Timmy:

  • 1 buah mangkok kertas / styrofoam
  • 1 buah piring kertas / styrofoam dengan diameter kurang lebih sama dengan mangkok
  • Karton hitam
  • Bola-bola kapas
  • Lem
  • Gunting

CARA:

  1. Gambari karton hitam dengan bentuk 1 muka/kepala, 4  kaki dan 1 ekor
  2. Untuk anak usia 2-3 tahun, silahkan orang tua yang menggunting, atau dampingi mereka dengan membantu memegangi kertas dan gunting saat menggunting bagian-bagian tersebut, tergantung kemampuan anak. Sedangkan untuk usia 4-6 tahun, minta mereka yang menggunting sendiri bagian-bagian tersebut.
  3. Tempelkan bagian-bagian kepala, 4 kaki dan ekor pada piring kertas
  4. Tempelkan mangkok yang dibalik di atas piring yang sudah ditempeli kepala, kaki, dan ekor tersebut dengan lem atau double-sided tape (double-sided tape dapat merekatkan dengan lebih kuat )
  5. Jika mangkok dan piring sudah merekat dengan mantap, beri lem di seluruh permukaan mangkok
  6. Tempeli dengan bola-bola kapas yang masing-masing telah dirobek dua, sampai menutupi seluruh permukaan mangkok
  7. Tempeli bagian ujung ekor dengan sebuah bola kapas dan tempel ujung lainnya pada bagian belakang Si Timmy
  8. Terakhir tempel mata-mataan pada bagian muka Si Timmy
  9. Coba berbagai bentuk binatang lain, seperti kura-kura misalnya

    Apa lagi ya selain kura-kura?

Sedikit (atau banyak) Tips Sebelum Memulai – # 3

Hal-hal Yang Perlu Diingat

  1. Biarkan mereka mencoba mengerjakan sendiri. Termasuk memilih warna dan bila memungkinkan, bahan. Biarkan imajinasi mereka bermain. Pohon tidak harus selalu warna hijau, bunga tidak harus selalu warna merah, anak perempuan boleh memilih warna biru seperti halnya anak laki boleh saja memilih warna merah muda. Bukan hasil akhir yang kita cari, melainkan prosesnya. However this is supposed t0 be their project, right?
  2. Siapkan mental untuk sesuatu yang messy, berantakan. Seperti kenakan mereka apron atau baju bekas yang sudah direlakan untuk terkena cat. Alasi lantai dengan koran untuk meminimalisir lantai terkena cat, dan langsung bersihkan noda begitu anak selesai berkreasi
  3. Selalu kumpulkan hasil karya mereka. Untuk karya-karya yang kecil atau susah disimpan, biasanya saya foto, untuk mencegah karya tersebut hilang atau rusak (maklumlah di rumah ada 3 ‘kurcaci’ yang suka obrak-abrik). Tunjukkan kita menghargainya, dan ajarkan mereka juga untuk menghargai karyanya sendiri.

Peralatan Yang Perlu Disiapkan

Perlengkapan Yang Perlu Disiapkan

  1. Apron atau baju bekas yang sudah direlakan untuk terkena noda
  2. Alat tulis. Pensil untuk menggambar dan spidol untuk menegaskan outline.
  3. Alat warna. Anak-anak selalu ‘tergila-gila’ pada cat. Yang perlu diingat, adalah kesiapan mental orang tua saat mereka bersenang-senang dengan cat.
  4. Gunting khusus untuk anak. Biasanya khusus untuk kertas dan sangat kecil kemungkinannya dapat melukai anak. Dijual di toko-toko buku besar.
  5. Lem. Saya lebih memilih lem pva (putih) cair dengan kemasan botol yang memiliki ujung runcing.
  6. Kertas. Bermacam jenis, warna dan tekstur kertas, baik yang baru maupun bekas.
  7. Pada dasarnya apa saja. Bisa piring kertas, gelas / botol plastik, stik es krim, pita, kotak sereal bekas. Apapun.

Sedikit (atau banyak) Tips Sebelum Memulai – # 2

Usia Taman Kanak-kanak (4-5 tahun)

Anak usia ini tentu sudah lebih mandiri dan kemampuan motorik halusnya pun lebih baik. Walaupun begitu, tetap awasi saat mereka menggunakan benda tajam dan pastikan segera disimpan saat mereka selesai menggunakannya.

Karena motorik halusnya sudah lebih maju, mereka dapat diberi tantangan, misalnya dengan meminta mereka mewarnai atau menggunting bagian-bagian kecil atau garis-garis lengkung. Sekali-kali biarkan mereka merancang sendiri apa yang mau mereka buat serta bahan-bahannya. It works for my 5yo son. Sejak umur 4 tahun dia sudah sering membuat ‘karya-karya tak terduga’ dari kotak sereal bekas, seperti pesawat, roket dan lainnya. Walaupun mungkin tidak terlihat seperti aslinya, tapi ide, kreatifitas, imajinasi dan keterampilannya patut kita hargai.

Sedikit (atau banyak) Tips Sebelum Memulai – # 1

Pada dasarnya hampir semua aktivitas di sini bisa diaplikasikan untuk anak usia pra sekolah (2-3 tahun) maupun TK (4-5 tahun). Yang membedakan kurang lebih hanya tujuan pembelajaran, titik berat aktivitasnya, dan seberapa banyak bantuan orang tua / dewasa yang dibutuhkan.

Usia Pra Sekolah (2-3 tahun)

Biasanya untuk anak usia 2 tahun atau kurang, yang belum terbiasa menggunakan gunting, perbanyak aktivitas merobek ataupun meremas kertas dulu dan mewarnai dengan jari atau tangan. Aktivitas-aktivitas tersebut bisa melatih kemampuan motorik halus anak, yaitu otot-otot kecil yang terdapat pada tangan dan jari, sekaligus kordinasi antar tangan dan mata.

Kalaupun ada bagian-bagian yang memang perlu digunting, bagian-bagian tersebut bisa disiapkan terlebih dulu. Namun karena anak-anak adalah peniru ulung, ada baiknya menyiapkan gunting kecil khusus buat mereka. Sekarang ada dijual gunting khusus untuk menggunting kertas, yang sangat kecil kemungkinannya dapat melukai anak.

Pilih kertas yang memiliki tekstur dan warna yang berbeda, seperti kertas metalik yang licin dan mengilat dan karton / kardus bergelombang yang sedikit kasar, sehingga perbendaharaan kosa kata anak serta indera perabanya bertambah.

Bercerita tentang segala sesuatu yang kita tahu tentang objek atau aktivitas yang sedang dikerjakan dapat memberikan anak pengetahuan-pengetahuan baru dengan bantuan visual. Seperti saat membuat aktivitas berbentuk ulat, kita bisa sekaligus bercerita tentang macam-macam ulat, ada ulat sutera yang menghasilkan benang sutera, metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu, dan lainnya. Biasanya dengan begitu anak lebih mudah menangkap dan menyerap pengetahuan tersebut. Minta juga anak untuk gantian bercerita tentang karyanya, ini dapat membantu kemampuan presentasi anak.

Selamat Berjumpa dengan Miss Ines

Mungkin ini yang namanya karma. Waktu dulu jaman SMP, saya nggak suka banget sama pelajaran PKK. Yah, suka sih, tapi cuma karena saat jam pelajaran PKK biasanya cenderung lebih ‘bebas’ dan ‘nggak perlu mikir’. Tapi disuruh masak, jahit, tempel-tempel, pekerjaan tangan, menghafal jumlah kalori dan kandungan gizi dari bahan-bahan makanan, dan seterusnya,  dan seterusnya, iiih, maless..

Saking malesnya, pernah suatu kali saya “membelot” ke kelas sebelah yang kebetulan sedang pelajaran menggambar sementara gurunya sedang rapat. Yang kemudian berakhir di ruang kepala sekolah, karena ketahuan sama si ibu guru PKK. I hope none of my students will read this, haha..

Waktu kuliah mengambil jurusan kriya tekstil di fakultas seni rupa dan desain, seharusnya saya sadar karma itu mulai terjadi. Kriya gitu loh, berhubungan banget sama pekerjaan tangan. Tapi saya masih mengikuti alur kehidupan saya aja tanpa teringat ketidaksukaan jaman SMP dulu.

Sampai ketika alur kehidupan itu juga yang membawa saya jadi guru TK dan kemudian fokus mengajar memasak dan art and craft untuk anak usia pra sekolah sampai SD (sekarang bisa lihat hubungannya kan, kenapa nama blognya missines?). Dan anehnya, semua berjalan begitu saja dan sangat saya nikmati… Haha, turned out karma can be funny too.

Tuntutan perkerjaan ditambah seorang anak laki di rumah yang luar biasa aktif dan kreatif yang selalu ‘haus’ membuat gambar ataupun mainan kreasinya sendiri dari kotak-kotak bekas, krayon, selotip dan spidol, mengharuskan saya terus mencari aktivitas-aktivitas kerajinan tangan yang menarik. Sebagian saya dapat dari buku, sebagian dari googling dan sebagian adalah modifikasi dari apa yang pernah saya lihat, atau bahkan pure ide sendiri.

Di lain sisi, mengajar di sekolah mengharuskan saya untuk membuat program dan tujuan pembelajaran, supaya pelajaran memasak dan art and craft itu tidak hanya sekedar mengajarkan keterampilan, tapi juga bisa sekaligus mengintegrasikan ilmu pengetahuan lain yang berhubungan dengan karya yang dibuat. Menurut saya ini salah satu cara belajar yang sangat menyenangkan buat anak-anak.

Karena itu di blog ini saya ingin bercerita, membagi ilmu, ide, terutama tentang art and craft, yang semoga bisa berkembang jadi ide kreatif lainnya untuk semua orang tua dan anak. Karena saya percaya bahwa kreatifitas itu bisa diterapkan dan berguna di semua bidang kehidupan…

Enjoy!

Miss Ines