1. Keamanan menjadi hal yang utama yang harus diperhatikan.
  • Untuk anak usia di bawah 7 tahun saya biasa meminta mereka hanya melihat proses yang terjadi di atas panci atau penggorengan, dan belum memperbolehkan mereka memegang panci atau penggorengan itu sendiri.
  • Walaupun tergantung dari kepercayaan orang tua dan kemampuan anak, tapi saya biasanya baru memberikan pisau pada anak usia 7-8 tahun ke atas. Sedangkan untuk anak usia dibawah itu saya berikan pisau plastik
  • Saat anak sudah diperbolehkan menggoreng sendiri, saya selalu meminta mereka untuk selalu memegang pegangan penggorengan untuk menghindari minyak tumpah akibat wajan yang miring
  • Jangan pernah tinggalkan anak-anak dengan kompor atau oven yang menyala, karena keingintahuan mereka bisa menjadi hal yang berbahaya saat kita tidak mendampingi mereka

2. Kebersihan

  • Ajarkan anak mencuci tangan dengan benar dan bersih sebelum mulai memasak. Sabuni telapak, punggung, sela-sela tangan dan ujung jari
  • Ada beberapa anak yang cenderung memasukkan semua bahan makanan ke dalam mulut. Ingatkan bahwa bahan-bahan mentah maupun yang sudah jatuh dapat membawa kuman ke dalam tubuh mereka.

3. Sama seperti pada aktivitas prakarya, transferlah ilmu yang kita  punya pada anak yang berhubungan dengan kegiatan. Kenalkan nama-nama negara asal masakan yang kita buat, kebiasaan cara memakannya, nama makanan daerah yang mungkin berbeda walaupun mirip atau sama, dan hal-hal lain.

4. Gunakan takaran yang dapat dimengerti oleh anak. Di sini resep-resep yang akan saya tuliskan menggunakan 2 macam ukuran, yaitu ukuran metrik (gram, liter) dan ukuran non-metrik (sendok, gelas). Untuk anak-anak yang belum mengenal angka, gunakan ukuran non-metrik.

Selamat bersenang-senang!