Tips Saat Masak-masak Bersama Anak

  1. Keamanan menjadi hal yang utama yang harus diperhatikan.
  • Untuk anak usia di bawah 7 tahun saya biasa meminta mereka hanya melihat proses yang terjadi di atas panci atau penggorengan, dan belum memperbolehkan mereka memegang panci atau penggorengan itu sendiri.
  • Walaupun tergantung dari kepercayaan orang tua dan kemampuan anak, tapi saya biasanya baru memberikan pisau pada anak usia 7-8 tahun ke atas. Sedangkan untuk anak usia dibawah itu saya berikan pisau plastik
  • Saat anak sudah diperbolehkan menggoreng sendiri, saya selalu meminta mereka untuk selalu memegang pegangan penggorengan untuk menghindari minyak tumpah akibat wajan yang miring
  • Jangan pernah tinggalkan anak-anak dengan kompor atau oven yang menyala, karena keingintahuan mereka bisa menjadi hal yang berbahaya saat kita tidak mendampingi mereka

2. Kebersihan

  • Ajarkan anak mencuci tangan dengan benar dan bersih sebelum mulai memasak. Sabuni telapak, punggung, sela-sela tangan dan ujung jari
  • Ada beberapa anak yang cenderung memasukkan semua bahan makanan ke dalam mulut. Ingatkan bahwa bahan-bahan mentah maupun yang sudah jatuh dapat membawa kuman ke dalam tubuh mereka.

3. Sama seperti pada aktivitas prakarya, transferlah ilmu yang kita  punya pada anak yang berhubungan dengan kegiatan. Kenalkan nama-nama negara asal masakan yang kita buat, kebiasaan cara memakannya, nama makanan daerah yang mungkin berbeda walaupun mirip atau sama, dan hal-hal lain.

4. Gunakan takaran yang dapat dimengerti oleh anak. Di sini resep-resep yang akan saya tuliskan menggunakan 2 macam ukuran, yaitu ukuran metrik (gram, liter) dan ukuran non-metrik (sendok, gelas). Untuk anak-anak yang belum mengenal angka, gunakan ukuran non-metrik.

Selamat bersenang-senang!

Sedikit (atau banyak) Tips Sebelum Memulai – # 3

Hal-hal Yang Perlu Diingat

  1. Biarkan mereka mencoba mengerjakan sendiri. Termasuk memilih warna dan bila memungkinkan, bahan. Biarkan imajinasi mereka bermain. Pohon tidak harus selalu warna hijau, bunga tidak harus selalu warna merah, anak perempuan boleh memilih warna biru seperti halnya anak laki boleh saja memilih warna merah muda. Bukan hasil akhir yang kita cari, melainkan prosesnya. However this is supposed t0 be their project, right?
  2. Siapkan mental untuk sesuatu yang messy, berantakan. Seperti kenakan mereka apron atau baju bekas yang sudah direlakan untuk terkena cat. Alasi lantai dengan koran untuk meminimalisir lantai terkena cat, dan langsung bersihkan noda begitu anak selesai berkreasi
  3. Selalu kumpulkan hasil karya mereka. Untuk karya-karya yang kecil atau susah disimpan, biasanya saya foto, untuk mencegah karya tersebut hilang atau rusak (maklumlah di rumah ada 3 ‘kurcaci’ yang suka obrak-abrik). Tunjukkan kita menghargainya, dan ajarkan mereka juga untuk menghargai karyanya sendiri.

Sedikit (atau banyak) Tips Sebelum Memulai – # 2

Usia Taman Kanak-kanak (4-5 tahun)

Anak usia ini tentu sudah lebih mandiri dan kemampuan motorik halusnya pun lebih baik. Walaupun begitu, tetap awasi saat mereka menggunakan benda tajam dan pastikan segera disimpan saat mereka selesai menggunakannya.

Karena motorik halusnya sudah lebih maju, mereka dapat diberi tantangan, misalnya dengan meminta mereka mewarnai atau menggunting bagian-bagian kecil atau garis-garis lengkung. Sekali-kali biarkan mereka merancang sendiri apa yang mau mereka buat serta bahan-bahannya. It works for my 5yo son. Sejak umur 4 tahun dia sudah sering membuat ‘karya-karya tak terduga’ dari kotak sereal bekas, seperti pesawat, roket dan lainnya. Walaupun mungkin tidak terlihat seperti aslinya, tapi ide, kreatifitas, imajinasi dan keterampilannya patut kita hargai.

Sedikit (atau banyak) Tips Sebelum Memulai – # 1

Pada dasarnya hampir semua aktivitas di sini bisa diaplikasikan untuk anak usia pra sekolah (2-3 tahun) maupun TK (4-5 tahun). Yang membedakan kurang lebih hanya tujuan pembelajaran, titik berat aktivitasnya, dan seberapa banyak bantuan orang tua / dewasa yang dibutuhkan.

Usia Pra Sekolah (2-3 tahun)

Biasanya untuk anak usia 2 tahun atau kurang, yang belum terbiasa menggunakan gunting, perbanyak aktivitas merobek ataupun meremas kertas dulu dan mewarnai dengan jari atau tangan. Aktivitas-aktivitas tersebut bisa melatih kemampuan motorik halus anak, yaitu otot-otot kecil yang terdapat pada tangan dan jari, sekaligus kordinasi antar tangan dan mata.

Kalaupun ada bagian-bagian yang memang perlu digunting, bagian-bagian tersebut bisa disiapkan terlebih dulu. Namun karena anak-anak adalah peniru ulung, ada baiknya menyiapkan gunting kecil khusus buat mereka. Sekarang ada dijual gunting khusus untuk menggunting kertas, yang sangat kecil kemungkinannya dapat melukai anak.

Pilih kertas yang memiliki tekstur dan warna yang berbeda, seperti kertas metalik yang licin dan mengilat dan karton / kardus bergelombang yang sedikit kasar, sehingga perbendaharaan kosa kata anak serta indera perabanya bertambah.

Bercerita tentang segala sesuatu yang kita tahu tentang objek atau aktivitas yang sedang dikerjakan dapat memberikan anak pengetahuan-pengetahuan baru dengan bantuan visual. Seperti saat membuat aktivitas berbentuk ulat, kita bisa sekaligus bercerita tentang macam-macam ulat, ada ulat sutera yang menghasilkan benang sutera, metamorfosis ulat menjadi kupu-kupu, dan lainnya. Biasanya dengan begitu anak lebih mudah menangkap dan menyerap pengetahuan tersebut. Minta juga anak untuk gantian bercerita tentang karyanya, ini dapat membantu kemampuan presentasi anak.