Es Pisang Berselimut Ijo

Es Pisang Ijo

Es Pisang Ijo, penganan khas Makassar, mirip dengan Es Pallubutung yang juga terkenal, tapi pisang dibungkus dengan selimut adonan tepung beras hijau.

Waktu akan membuat Es Pisang Ijo ini, namanya saya ganti jadi Es Pisang Berselimut. Dan sebuah cerita saya karang, tentang sebatang pohon pisang yang tumbuh di Kutub Utara, padahal biasanya pohon pisang tumbuh di daerah tropis. Karena kedinginan, si pohon pisang ini minta tolong kepada seorang anak yang kebetulan lewat. Si anak kemudian punya ide untuk membuatkan selimut untuk pisang dan menaruhnya di dalam kukusan supaya jadi hangat. Jadi deh pisang selimut ijo :D

Kenapa resep ini asik buat dimasak bersama anak? Karena selain relatif mudah, sehat, cara membuatnya juga seru karena adonan selimut bertekstur mirip seperti playdough.

Bahan Es Pisang Berselimut Ijo:

  • 40 gram / 7 sendok makan tepung beras
  • 100 ml / 1/2 gelas air
  • 1/2 sendok teh pasta pandan
  • 3-5 buah pisang kepok / pisang raja

Bahan saus :

  • 50 gram / 9 sendok makan tepung beras
  • 1 kotak 200 ml santan kemasan
  • 400 ml / 2 gelas air
  • 1 sendok makan gula
  • 1/2 sendok teh garam
  • Sirup cocopandan / sirup mawar

Cara membuat:

  1. Tuang tepung beras, air dan pasta pandan ke dalam panci, aduk rata
  2. Masak campuran di atas dengan api kecil sambil terus diaduk sampai kalis (tidak lengket)
  3. Tunggu sampai adonan dingin, lalu ambil kira-kira 2 sendok makan adonan, bikin menjadi bola, kemudian pipihkan / tipiskan
  4. Taruh pisang di tengah adonan, bungkus pisang sampai tidak terlihat. Bila adonan terlalu kering / pecah-pecah, tambahkan sedikit air, sedangkan bila adonan terlalu lengket / basah, tambahkan sedikit tepung beras.
  5. Alasi kukusan dengan plastik supaya pisang tidak menempel, lalu kukus pisang yang sudah terbungkus adonan selama 20-30 menit.

Cara membuat saus:

  1. Tuang tepung beras, santan, air, gula dan garam dalam panci.
  2. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk sampai mendidih dan mengental.

Cara menyajikan :

Potong-potong pisang ijo, tuangi dengan saus, beri es batu atau es serut, tambahkan sedikit sirup cocopandan / sirup mawar

Tips:

Bagi adonan selimut menjadi 3 bagian, masing-masing diberi pasta pandan, pewarna makanan merah dan pewarna makanan kuning untuk membuat Es Pisang Pelangi :)

Simple Cupcake

Simple Cupcake

Saya sangat senang dengan resep cupcake ini karena cara membuatnya  mudah, rasanya enak, dan anak-anak dapat berkreasi untuk memberi bermacam-macam topping. Favorit anak saya adalah topping selai kacang dan sedikit susu kental manis kreasinya sendiri.

Untuk 6-7 buah cupcake ukuran sedang

Bahan:

  • 55 gram / 5 sendok teh butter
  • 1 butir telur
  • 100 gram / 8 sendok makan gula
  • 75 gram / 9 sendok makan tepung self-raising
  • 60 gram / 8 sendok makan tepung terigu
  • 1/2 sendok teh vanilla essence
  • 60 mililiter / 1/2 gelas susu
  • Mangkok kertas

Cara:

  1. Kocok butter dan gula dengan mixer sampai lembut dan pucat
  2. Masukkan telur, kocok selama 2 menit
  3. Ayak tepung self-raising dan terigu, masukan bergantian dengan susu sambil terus dikocok
  4. Gunakan sendok es krim atau sendok makan untuk menuang adonan ke dalam mangkok kertas. Isi tidak lebih dari 2/3 tinggi mangkok
  5. Panggang +/- 180`C selama 20-30 menit atau sampai keemasan
  6. Hiasi dengan topping

Tips Saat Masak-masak Bersama Anak

  1. Keamanan menjadi hal yang utama yang harus diperhatikan.
  • Untuk anak usia di bawah 7 tahun saya biasa meminta mereka hanya melihat proses yang terjadi di atas panci atau penggorengan, dan belum memperbolehkan mereka memegang panci atau penggorengan itu sendiri.
  • Walaupun tergantung dari kepercayaan orang tua dan kemampuan anak, tapi saya biasanya baru memberikan pisau pada anak usia 7-8 tahun ke atas. Sedangkan untuk anak usia dibawah itu saya berikan pisau plastik
  • Saat anak sudah diperbolehkan menggoreng sendiri, saya selalu meminta mereka untuk selalu memegang pegangan penggorengan untuk menghindari minyak tumpah akibat wajan yang miring
  • Jangan pernah tinggalkan anak-anak dengan kompor atau oven yang menyala, karena keingintahuan mereka bisa menjadi hal yang berbahaya saat kita tidak mendampingi mereka

2. Kebersihan

  • Ajarkan anak mencuci tangan dengan benar dan bersih sebelum mulai memasak. Sabuni telapak, punggung, sela-sela tangan dan ujung jari
  • Ada beberapa anak yang cenderung memasukkan semua bahan makanan ke dalam mulut. Ingatkan bahwa bahan-bahan mentah maupun yang sudah jatuh dapat membawa kuman ke dalam tubuh mereka.

3. Sama seperti pada aktivitas prakarya, transferlah ilmu yang kita  punya pada anak yang berhubungan dengan kegiatan. Kenalkan nama-nama negara asal masakan yang kita buat, kebiasaan cara memakannya, nama makanan daerah yang mungkin berbeda walaupun mirip atau sama, dan hal-hal lain.

4. Gunakan takaran yang dapat dimengerti oleh anak. Di sini resep-resep yang akan saya tuliskan menggunakan 2 macam ukuran, yaitu ukuran metrik (gram, liter) dan ukuran non-metrik (sendok, gelas). Untuk anak-anak yang belum mengenal angka, gunakan ukuran non-metrik.

Selamat bersenang-senang!

Masak-masak Bersama Anak

Hampir semua anak senang diajak membantu masak atau membuat kue di dapur. Tapi biasanya kita ragu untuk membiarkan mereka ikut membantu. Biasanya pertimbangannya karena di dapur banyak barang berbahaya seperti kompor yang panas dan pisau yang tajam, juga khawatir mereka hanya akan ‘membantu’ membuat berantakan.

Selain itu masih banyak pula yang beranggapan bahwa yang pantas membantu di dapur hanya anak perempuan, bukan anak laki. Padahal anak bisa belajar banyak hal saat mereka memasak, bukan hanya sekedar belajar membuat makanan yang enak.

Berikut ini hal-hal yang dapat mereka pelajari saat memasak:

  • Saat mengukur mereka belajar matematika.
  • Saat melihat perubahan tepung dan gula yang padat serta susu dan air yang cair mereka belajar science. Begitu pun saat mereka melihat mentega yang meleleh, adonan kue yang mengembang dan puding yang membeku.
  • Untuk anak usia 2-6 tahun, mereka juga belajar kordinasi mata dan tangan, saat mereka berusaha menyendokkan tepung ke mangkok dan menuang susu.
  • Mereka belajar tentang tanggung jawab dengan membantu mencuci dan membereskan barang-barang yang sudah selesai dipakai.
  • Dan biasanya anak yang susah makan pun lebih lahap dan bersemangat untuk menghabiskan makanan yang dibuatnya sendiri.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo masak-masak bersama anak.