Stego Si Dinosaurus Kecil Yang Galak

Stego Kecil Yang Galak

Stego adalah seekor Dinosaurus jenis Stegosaurus yang memiliki banyak bilah berbentuk segitiga di punggungnya. Walaupun kecil dibanding Stegosaurus saudara-saudaranya, Stego sangat galak. Akankah sifat Stego bisa berubah? Silahkan lanjutkan sendiri ceritanya bersama karakter-karakter lain :)

Bahan-bahan untuk membuat Stego :

  • Piring kertas ukuran besar
  • Karton warna hijau
  • Gunting
  • Lem
  • Spidol
  • Cat hijau (jika mau)

Perlengkapan untuk membuat Stego

Cara Membuat Stego :

  1. Gambari karton hijau dengan bagian-bagian Stego, yaitu kepala, ekor, 4 kaki yang kokoh, dan delapan buah bilah segitiga. Beri angka di tiap segitiga, nantinya minta anak menempelkan segitiga berurutan dari 1-8

    Bagian kepala, ekor, kaki dan bilah-bilah segitiga Stego

  2. Gunting bagian-bagian Stego tersebut
  3. Gunting piring kertas menjadi dua bagian yang sama besar untuk menjadi badannya
  4. Tempel kepala dan ekor di bagian dalam salah satu potongan piring kertas
  5. Di antara kepala dan ekor itu, tempel segitiga-segitiga mengikuti nomornya. Dengan begitu anak bisa sekalian belajar tentang angka, bentuk maupun urutannya
  6. Setelah selesai menempelkan bagian-bagian tersebut, tempelkan potongan piring kedua pada bagian pertama sehingga menjadi badan Stego yang utuh
  7. Beri detail mata dan gigi yang tajam dengan menggunakan spidol
  8. Jika mau, cat bagian badan dengan warna hijau

Es Pisang Berselimut Ijo

Es Pisang Ijo

Es Pisang Ijo, penganan khas Makassar, mirip dengan Es Pallubutung yang juga terkenal, tapi pisang dibungkus dengan selimut adonan tepung beras hijau.

Waktu akan membuat Es Pisang Ijo ini, namanya saya ganti jadi Es Pisang Berselimut. Dan sebuah cerita saya karang, tentang sebatang pohon pisang yang tumbuh di Kutub Utara, padahal biasanya pohon pisang tumbuh di daerah tropis. Karena kedinginan, si pohon pisang ini minta tolong kepada seorang anak yang kebetulan lewat. Si anak kemudian punya ide untuk membuatkan selimut untuk pisang dan menaruhnya di dalam kukusan supaya jadi hangat. Jadi deh pisang selimut ijo :D

Kenapa resep ini asik buat dimasak bersama anak? Karena selain relatif mudah, sehat, cara membuatnya juga seru karena adonan selimut bertekstur mirip seperti playdough.

Bahan Es Pisang Berselimut Ijo:

  • 40 gram / 7 sendok makan tepung beras
  • 100 ml / 1/2 gelas air
  • 1/2 sendok teh pasta pandan
  • 3-5 buah pisang kepok / pisang raja

Bahan saus :

  • 50 gram / 9 sendok makan tepung beras
  • 1 kotak 200 ml santan kemasan
  • 400 ml / 2 gelas air
  • 1 sendok makan gula
  • 1/2 sendok teh garam
  • Sirup cocopandan / sirup mawar

Cara membuat:

  1. Tuang tepung beras, air dan pasta pandan ke dalam panci, aduk rata
  2. Masak campuran di atas dengan api kecil sambil terus diaduk sampai kalis (tidak lengket)
  3. Tunggu sampai adonan dingin, lalu ambil kira-kira 2 sendok makan adonan, bikin menjadi bola, kemudian pipihkan / tipiskan
  4. Taruh pisang di tengah adonan, bungkus pisang sampai tidak terlihat. Bila adonan terlalu kering / pecah-pecah, tambahkan sedikit air, sedangkan bila adonan terlalu lengket / basah, tambahkan sedikit tepung beras.
  5. Alasi kukusan dengan plastik supaya pisang tidak menempel, lalu kukus pisang yang sudah terbungkus adonan selama 20-30 menit.

Cara membuat saus:

  1. Tuang tepung beras, santan, air, gula dan garam dalam panci.
  2. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk sampai mendidih dan mengental.

Cara menyajikan :

Potong-potong pisang ijo, tuangi dengan saus, beri es batu atau es serut, tambahkan sedikit sirup cocopandan / sirup mawar

Tips:

Bagi adonan selimut menjadi 3 bagian, masing-masing diberi pasta pandan, pewarna makanan merah dan pewarna makanan kuning untuk membuat Es Pisang Pelangi :)

Mr. Long Ears

Mr. Long Ears

Mr. Long Ears adalah sejenis anjing Dachshund yang memiliki moncong, telinga dan badan yang panjang. Berikut ini adalah perlengkapan dan bahan yang diperlukan untuk membuat topeng Mr. Long Ears :

Bahan membuat Mr.Long Ears

  • Piring kertas / styrofoam
  • Gelas kertas
  • Karton / kertas warna terang
  • Lem
  • Double tape
  • Gunting
  • Cat kuning dan cokelat
  • Spidol / cat hitam
  • Googly eyes

Cara membuat :

  1. Beri garis bantuan pada ujung gelas seperti pada gambar, lalu gunting mengikuti garis panduan tersebut

    Beri garis panduan untuk menggunting

  2. Setelah semua digunting, tekuk ke dalam bagian-bagian tersebut (seperti akan membuat keranjang kertas), beri double tape, dan tempelkan pada piring (gelas akan menjadi bagian hidung)
  3. Gambari kertas / karton berwarna terang dengan bentuk telinga panjang seperti pada contoh

    Gambari 2 buah telinga panjang

  4. Gunting kedua telinga
  5. Tempelkan kedua telinga pada piring
  6. Cat dengan menggunakan warna kuning kecokelatan untuk bagian hidung dan kepala, dan warna cokelat tua untuk bagian telinga
  7. Beri detail dengan menggunakan spidol hitam untuk mata dan hidung, serta kertas origami merah untuk lidahnya

Mr.Long Ears tampak samping

Simple Cupcake

Simple Cupcake

Saya sangat senang dengan resep cupcake ini karena cara membuatnya  mudah, rasanya enak, dan anak-anak dapat berkreasi untuk memberi bermacam-macam topping. Favorit anak saya adalah topping selai kacang dan sedikit susu kental manis kreasinya sendiri.

Untuk 6-7 buah cupcake ukuran sedang

Bahan:

  • 55 gram / 5 sendok teh butter
  • 1 butir telur
  • 100 gram / 8 sendok makan gula
  • 75 gram / 9 sendok makan tepung self-raising
  • 60 gram / 8 sendok makan tepung terigu
  • 1/2 sendok teh vanilla essence
  • 60 mililiter / 1/2 gelas susu
  • Mangkok kertas

Cara:

  1. Kocok butter dan gula dengan mixer sampai lembut dan pucat
  2. Masukkan telur, kocok selama 2 menit
  3. Ayak tepung self-raising dan terigu, masukan bergantian dengan susu sambil terus dikocok
  4. Gunakan sendok es krim atau sendok makan untuk menuang adonan ke dalam mangkok kertas. Isi tidak lebih dari 2/3 tinggi mangkok
  5. Panggang +/- 180`C selama 20-30 menit atau sampai keemasan
  6. Hiasi dengan topping

Tips Saat Masak-masak Bersama Anak

  1. Keamanan menjadi hal yang utama yang harus diperhatikan.
  • Untuk anak usia di bawah 7 tahun saya biasa meminta mereka hanya melihat proses yang terjadi di atas panci atau penggorengan, dan belum memperbolehkan mereka memegang panci atau penggorengan itu sendiri.
  • Walaupun tergantung dari kepercayaan orang tua dan kemampuan anak, tapi saya biasanya baru memberikan pisau pada anak usia 7-8 tahun ke atas. Sedangkan untuk anak usia dibawah itu saya berikan pisau plastik
  • Saat anak sudah diperbolehkan menggoreng sendiri, saya selalu meminta mereka untuk selalu memegang pegangan penggorengan untuk menghindari minyak tumpah akibat wajan yang miring
  • Jangan pernah tinggalkan anak-anak dengan kompor atau oven yang menyala, karena keingintahuan mereka bisa menjadi hal yang berbahaya saat kita tidak mendampingi mereka

2. Kebersihan

  • Ajarkan anak mencuci tangan dengan benar dan bersih sebelum mulai memasak. Sabuni telapak, punggung, sela-sela tangan dan ujung jari
  • Ada beberapa anak yang cenderung memasukkan semua bahan makanan ke dalam mulut. Ingatkan bahwa bahan-bahan mentah maupun yang sudah jatuh dapat membawa kuman ke dalam tubuh mereka.

3. Sama seperti pada aktivitas prakarya, transferlah ilmu yang kita  punya pada anak yang berhubungan dengan kegiatan. Kenalkan nama-nama negara asal masakan yang kita buat, kebiasaan cara memakannya, nama makanan daerah yang mungkin berbeda walaupun mirip atau sama, dan hal-hal lain.

4. Gunakan takaran yang dapat dimengerti oleh anak. Di sini resep-resep yang akan saya tuliskan menggunakan 2 macam ukuran, yaitu ukuran metrik (gram, liter) dan ukuran non-metrik (sendok, gelas). Untuk anak-anak yang belum mengenal angka, gunakan ukuran non-metrik.

Selamat bersenang-senang!

Masak-masak Bersama Anak

Hampir semua anak senang diajak membantu masak atau membuat kue di dapur. Tapi biasanya kita ragu untuk membiarkan mereka ikut membantu. Biasanya pertimbangannya karena di dapur banyak barang berbahaya seperti kompor yang panas dan pisau yang tajam, juga khawatir mereka hanya akan ‘membantu’ membuat berantakan.

Selain itu masih banyak pula yang beranggapan bahwa yang pantas membantu di dapur hanya anak perempuan, bukan anak laki. Padahal anak bisa belajar banyak hal saat mereka memasak, bukan hanya sekedar belajar membuat makanan yang enak.

Berikut ini hal-hal yang dapat mereka pelajari saat memasak:

  • Saat mengukur mereka belajar matematika.
  • Saat melihat perubahan tepung dan gula yang padat serta susu dan air yang cair mereka belajar science. Begitu pun saat mereka melihat mentega yang meleleh, adonan kue yang mengembang dan puding yang membeku.
  • Untuk anak usia 2-6 tahun, mereka juga belajar kordinasi mata dan tangan, saat mereka berusaha menyendokkan tepung ke mangkok dan menuang susu.
  • Mereka belajar tentang tanggung jawab dengan membantu mencuci dan membereskan barang-barang yang sudah selesai dipakai.
  • Dan biasanya anak yang susah makan pun lebih lahap dan bersemangat untuk menghabiskan makanan yang dibuatnya sendiri.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo masak-masak bersama anak.

Topeng Gajah

Topeng gajah dari piring kertas

Membuat topeng gajah ini sangat mudah, sesuai untuk anak usia 2-3 tahun atau yang baru mulai belajar menggunting, karena garis yang digunting relatif lurus dengan bidang cukup besar.

Peralatan yang diperlukan:

  • Piring kertas ukuran besar
  • Karton warna abu-abu / biru muda
  • Cat abu-abu atau campuran warna hitam dan putih
  • Lem
  • Gunting

Gambari karton abu-abu dengan dua buah telinga lebar dan sebuah belalai

Cara membuat :

  1. Beri garis tengah pada piring kertas kemudian gunting
  2. Gunting kedua buah telinga dan belalai
  3. Beri dua lubang untuk mata
  4. Cat potongan piring kertas, telinga dan belalai dengan warna abu-abu (atau ungu, atau merah muda seperti bona)
  5. Saat cat sudah kering, tempelkan telinga dan belalai pada potongan piring kertas

Tiga gajah kecil berbelalai pendek

Tuan Singa Baik Hati

Boneka tangan "Tuan Singa" dari gelas kertas

Ternyata kita juga bisa membuat boneka tangan (hand puppet) dari gelas kertas loh. Selain bentuk singa, banyak juga hewan lain yang bisa kita buat.

Perlengkapan yang diperlukan:

  • Gelas kertas
  • Kertas origami warna kuning / oranye / cokelat untuk surai singa
  • Karton manila putih untuk kepala dan kaki
  • Cat cokelat (warna cokelat dapat juga dihasilkan dari pencampuran warna primer merah-kuning-biru)
  • Mata-mataan
  • Gunting
  • Lem

Gambari kertas origami dengan garis berombak untuk surai singa

Gambari karton manila putih dengan bentuk segi enam untuk wajah dan dua buah kaki

Cara membuat :

  1. Gunting bagian kepala, kaki dan surai singa
  2. Cat gelas kertas, kepala dan kaki dengan warna cokelat / krem kekuningan menyerupai warna bulu harimau
  3. Tempel mata-mataan pada kepala, serta tambahkan hidung, mulut dan kumis dengan spidol hitam
  4. Tempelkan bagian kepala di atas surainya, kemudian tempelkan pada gelas. Pastikan semua cat sudah kering
  5. Beri kesan surai dengan menggunting-gunting pinggiran surai singa
  6. Terakhir tempelkan kedua buah kaki pada bagian depan

Boneka tangan "Tuan Singa" yang baik hati siap dimainkan

Jangan lupa berkreasi dengan raut wajah yang berbeda atau bahkan bentuk hewan lainnya

Kepala Suku Indian

Kepala Suku Indian dari gelas kertas

Perlengkapan yang dibutuhkan :

  • Gelas kertas
  • Kertas putih
  • Cat
  • Spons atau kuas
  • Mata-mataan
  • Spidol besar hitam
  • Gunting
  • Lem

Peralatan yang dibutuhkan

Cara membuat:

  1. Gambarkan garis panduan pada kertas putih seperti pada gambar dan minta anak menggunting mengikuti garis-garis lurus tersebut
  2. Beri warna pada dua garis yang mendatar sebagai ikat kepalanya
  3. Cat seluruh permukaan gelas dengan warna cokelat. Bila tidak memiliki cat cokelat, ajarkan anak membuat warna tersier tersebut

    Belajar campuran warna

    dengan mencampurkan 3 warna primer, yaitu merah, kuning dan biru

  4. Tempelkan kertas putih yang sudah digunting menjadi berumbai pada gelas sebagai ikat kepala Kepala Suku Indian
  5. Tempelkan mata-mataan dan gambari bagian-bagian wajah lainnya seperti alis, hidung, mulut dan goresan cat perang pada muka

Topeng Badut

Topeng Badut

Peralatan :

  • Piring kertas / styrofoam
  • Kertas krep merah atau warna lain
  • Karton / kertas origami hitam
  • Kertas origami merah
  • Kertas putih polos
  • Spidol hitam
  • Gunting
  • Lem

Peralatan membuat Topeng Badut

Cara membuat :

  1. Untuk usia 2-3 tahun, siapkan sepasang alis hitam, sepasang ‘bola mata’ putih, sepasang mata hitam, hidung merah dan mulut berbentuk senyum lebar yang sudah digunting. Sedangkan untuk usia 4-5 tahun biarkan anak menggunting sendiri bentuk-bentuk tersebut dari kertas yang sudah digambari oleh orang tua. Atau bahkan biarkan mereka berkreasi sendiri dengan bentuk mata, hidung dan mulutnya
  2. Tempelkan bagian-bagian tersebut satu per satu. Bentuk mata dan mulut yang ditempel terbalik, serta alis yang tidak sejajar dapat menghasilkan ekspresi badut yang berbeda-beda. Biarkan anak bereksplorasi sampai mereka menemukan ekspresi yang mereka senangi

    Contoh ekspresi badut yang berbeda

  3. Siapkan kertas krep merah ukuran +/-  8 x 20 cm, lipat menjadi tiga bagian.

    Lipat kertas menjadi tiga bagian

  4. Beri garis panduan pada kertas supaya anak dapat memotong kertas krep tersebut. Garis-garis lurus ini memberikan kesempatan untuk anak usia 2-3 tahun untuk melatih kemampuan menggunting dengan didampingi orang tua.

    Garis panduan untuk menggunting

  5. Buka kembali lipatan kertas krep yang telah digunting dan tempelkan di belakang topeng sebagai rambut badut

    Tempelkan "rambut" badut di bagian belakang topeng

  6. Topeng badut telah selesai. Berkreasilah dengan berbagai ekspresi, dandanan maupun warna rambut